Jumat, 11 Januari 2013

My Baby


Saat d kandungan sebagai wanita bukankan itu hal yg mesti di syukuri akan hadirnya manusia baru di tengah2 hiruk pikuknya kehidupan yang begitu indah. Namun bagi segelintir pasangan itu hal yang akan menjadi aib, bahkan keraguan bahwa mungkin tidak akan bisa membuatnya bahagia. Bukankah bahagia itu relatif apakah seorang calon ibu sudah bertanya "padanya" apakah ingin untuk d lahirkan atau tidak. Namun akhirnya tetap kembali pada calon ibu untuk melahirkan atau menggugurkannya. Berbahagialah kita yang sudah dilahirkan untuk bisa melihat indahnya dunia ini dengan berbagai sudut pandang mata yang bisa kita lihat melalui mata yg indah juga. Yang d ciptakan oleh Tuhan untuk kita memilah mana yang baik yg indah, bukan untuk melihat apa yang ingin kita lihat saja, karna sangat sayang jika hanya bisa melihat apa yang ingin kita lihat saja. Sedangkan banyak hal kecil yang luput dari mata kita.

Banyak hal yang aku lihat d sekitar saat seorang ibu menunggu kelahiran anaknya, yang akan menjadi tumpuan segala kehidupan ini. Sedari kecil d bahagiakan dengan segala kasih sayang yang berlimpah untuk anak yang memang di kandungnya ataupun tidak. Namun setelah tumbuh besar, dimana kasih sayang itu, perhatian yang berlimpah, kata yang selalu memaafkan apapun yang pernah kita lakukan. Yang mereka tau adalah menghukum dengan cara mereka. Bukan pujian kala kita masih kecil saat kita melakukan kesalahan bahkan itu bisa menjadi bahan tawa buat mereka bahwa yg anak kecil lakukan adalah hal konyol, namun jika saat ini yang kita lakukan salah pukulan, makian pasti akan d dapat.


Bagiku itu bukan hal yang benar dan bukan hal yang salah juga bagi sebagian orang. Karna menghakimi itu bukan hal yang mengenakkan. Hanya bisa melihat perlakuan semena-mena orang tua pun tidak banyak yang bisa aku lakukan. Aku bukan orang yang benar, karna aku pun masih selalu d benarkan dengan segala kesalahan yang pernah aku perbuat. Tapi rasanya terlalu menyedihkan melihat perlakuan orang tua yang keterlaluan terhadap anak'y. Karna aku dilahirkan d keluarga yang baik, yang bukan dengan kekerasan untuk menyelesaikan masalah. "Mereka" d manja semenjak kecil namun ketika besar d mana arti kasih sayang itu, kasih sayang sudah d kalahkan dengan segala hiruk pikuk kewajiban kehidupan. Saat tak berprestasi hukuman tak boleh keluar rumah yang ada, saat ketahuan berbohong pukulan yang ada, saat mencuri hukuman+pukulan yang ada. Mana kasih sayang yang dulu diberikan sudah terganti dengan hal menurut mereka itu memalukan,aib,tak bisa d maafkan,dan kewajiban mereka.

Yang aku tau anak seperti merekalah yang akan berjiwa besar, memiliki ketegaran melebihi batu karang, keyakinan yang hebat untuk terus bisa melalui hal sulit menjadi mudah...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar