Senin, 21 Januari 2013

Sayang

Bukankah saat seseorang sayang mesti tanpa pamrih??
Entah kenapa yang selalu terdengar itu kalau sayang mesti.bla...bla....bla...
Kalau sayang sama mamah kk itu mesti rajin belajar,mesti baik,jangan kecewain...
Kalau kamu sayang sama aku kamu jangan begini begitu..
Hanya untuk satu kata SAYANG banyak sekali peringatan.
Apa itu sayang??
Jika itu semua tidak terjadi berarti ga di sayang??
Kenapa di sayang hanya karna kelakuan baik kita??
Bukankah dalam hidup kita pasti pernah melakukan hal yang buruk? Hal yang tidak mengenakan? Hal yang tidak sesuai kehendak mereka?
Kata sayang itu sudah benar2 tergeser. Untuk mengungkapkan sayang rasanya menjadi suatu hal yang dilema.
Menjadi aku sayang kamu karena. Bla.bla.bla....
Bukan aku sayang kamu apapun yang terjadi ya aku tetap sayang. Seperti apapun yang terjadi aku tetaplah aku, tidak akan bisa menjadi orang lain.
Karna belum pernah terjadi hal salah menyayangi orang, barusan aku sayang kamu tapi ternyata aku keliru salah orang.
Emang nyapa di jalan bisa salah ingat.
Sayang itu bukan masalah ingat, tapi perasaan yang dalam. Bukan karna satu hal akhirnya kita bisa menjadi tak sayang. Bahkan orang yang sudah hidup satu atap bertahun-tahun pun selalu berharap menyayangi itu hanya untuk hal yang baik.
Memang itu bagus itu baik tak ada yang salah tentang semua itu. Tapi aku hanya berharap untuk di sayangi apa adanya seburuk apapun diriku. Karna kita hidup itu untuk bisa di terima bukan menjadi bunglon yang dimana saja bisa menetap untuk bisa di sayang. Mahluk apapun di dunia ini begitu senangnya bisa di sayang sepenuh hati dan tercurahkan segala perasaannya hanya untuk bisa diterima sebenar-benarnya.
Karna ini aku tidak akan mungkin bisa menjadi kamu. Karna aku bukan bunglon..

Jumat, 11 Januari 2013

My Baby


Saat d kandungan sebagai wanita bukankan itu hal yg mesti di syukuri akan hadirnya manusia baru di tengah2 hiruk pikuknya kehidupan yang begitu indah. Namun bagi segelintir pasangan itu hal yang akan menjadi aib, bahkan keraguan bahwa mungkin tidak akan bisa membuatnya bahagia. Bukankah bahagia itu relatif apakah seorang calon ibu sudah bertanya "padanya" apakah ingin untuk d lahirkan atau tidak. Namun akhirnya tetap kembali pada calon ibu untuk melahirkan atau menggugurkannya. Berbahagialah kita yang sudah dilahirkan untuk bisa melihat indahnya dunia ini dengan berbagai sudut pandang mata yang bisa kita lihat melalui mata yg indah juga. Yang d ciptakan oleh Tuhan untuk kita memilah mana yang baik yg indah, bukan untuk melihat apa yang ingin kita lihat saja, karna sangat sayang jika hanya bisa melihat apa yang ingin kita lihat saja. Sedangkan banyak hal kecil yang luput dari mata kita.

Banyak hal yang aku lihat d sekitar saat seorang ibu menunggu kelahiran anaknya, yang akan menjadi tumpuan segala kehidupan ini. Sedari kecil d bahagiakan dengan segala kasih sayang yang berlimpah untuk anak yang memang di kandungnya ataupun tidak. Namun setelah tumbuh besar, dimana kasih sayang itu, perhatian yang berlimpah, kata yang selalu memaafkan apapun yang pernah kita lakukan. Yang mereka tau adalah menghukum dengan cara mereka. Bukan pujian kala kita masih kecil saat kita melakukan kesalahan bahkan itu bisa menjadi bahan tawa buat mereka bahwa yg anak kecil lakukan adalah hal konyol, namun jika saat ini yang kita lakukan salah pukulan, makian pasti akan d dapat.


Bagiku itu bukan hal yang benar dan bukan hal yang salah juga bagi sebagian orang. Karna menghakimi itu bukan hal yang mengenakkan. Hanya bisa melihat perlakuan semena-mena orang tua pun tidak banyak yang bisa aku lakukan. Aku bukan orang yang benar, karna aku pun masih selalu d benarkan dengan segala kesalahan yang pernah aku perbuat. Tapi rasanya terlalu menyedihkan melihat perlakuan orang tua yang keterlaluan terhadap anak'y. Karna aku dilahirkan d keluarga yang baik, yang bukan dengan kekerasan untuk menyelesaikan masalah. "Mereka" d manja semenjak kecil namun ketika besar d mana arti kasih sayang itu, kasih sayang sudah d kalahkan dengan segala hiruk pikuk kewajiban kehidupan. Saat tak berprestasi hukuman tak boleh keluar rumah yang ada, saat ketahuan berbohong pukulan yang ada, saat mencuri hukuman+pukulan yang ada. Mana kasih sayang yang dulu diberikan sudah terganti dengan hal menurut mereka itu memalukan,aib,tak bisa d maafkan,dan kewajiban mereka.

Yang aku tau anak seperti merekalah yang akan berjiwa besar, memiliki ketegaran melebihi batu karang, keyakinan yang hebat untuk terus bisa melalui hal sulit menjadi mudah...